Rumah Susila Kalimantan Utara (Rumah Baloy), Gambar, Dan Penjelasannya
Rumah Adat Kalimantan Utara / Kalimantan Utara yaitu salah satu provinsi termuda di Indonesia. Provinsi ini gres berdiri pada 20 Oktober 2012 silam sehabis memisahkan diri dari provinsi induknya, yakni Provinsi Kalimantan Timur. Kendati terbilang sebagai provinsi baru, budaya masyarakat Kalimantan Utara bukan berarti masih terbelakang. Budaya masyarakat Suku Tidung sebagai suku orisinil provinsi yang beribukota di Tanjung Selor ini justru telah berkembang semenjak lama. Salah satu ikon budaya yang sanggup menjadi buktinya yaitu rumah adat Baloy yang sekarang dikenal sebagai rumah watak Kalimantan Utara.
Karena suku Tidung yaitu salah satu sub suku Dayak, desain rumah Baloy yang menjadi rumah watak suku Tidung juga ibarat dengan rumah watak Lamin dari Kalimantan Timur. Beberapa hebat bahkan menyebutkan bahwa rumah Baloy merupakan rumah dengan hasil pengembangan arsitektur rumah watak Lamin.
Rumah Baloy merupakan rumah berdesain panggung dengan materi keseluruhan terbuat dari kayu ulin. Kayu ulin yaitu kayu khas Kalimantan yang populer sangat besar lengan berkuasa struktur seratnya. Tidak ibarat kayu jenis lain yang akan melapuk jikalau terkena air, kayu ulin justru akan semakin besar lengan berkuasa dan semakin keras bila terpapar oleh air dalam waktu yang lama.
Sesuai dengan lingkungan tempat dibuatnya, yakni yang biasanya terletak di tepi pantai, rumah watak Baloy biasanya dilengkapi dengan ukiran-ukiran khas yang menggambarkan kearifan lokal tempat pesisir. Selain itu, rumah ini juga diatur sedemikian rupa agar bangunannya menghadap ke arah utara dengan pintu utama menghadap ke selatan. [Baca juga : 5 Rumah Adat Kalimantan]
Selain tersusun atas beberapa bab ruangan dalam, rumah Baloy juga dilengkapi dengan beberapa bangunan luar yang mempunyai fungsi sosial. Di bab belakang rumah misalnya, terdapat sebuah bak besar yang ditengahnya terdapat bangunan berjulukan Lubung Kilong. Bangunan ini dipakai sebagai panggung pagelaran kesenian tempat suku Tidung, ibarat Tarian Jepen. Lubung Kilong ini dilengkapi pula dengan bangunan untuk tempat para penonton menyaksikan pertunjukan yang disebut Lubung Intamu. Selain dipakai sebagai tempat menonton pertunjukan, bangunan ini juga berfungsi sebagi tempat pertemuan masyarakat watak yang lebih besar, contohnya dalam program peresmian pemangku watak atau musyawarah adat.
Nah, itulah pemaparan singkat yang sanggup kami sampaikan mengenai Rumah Baloy sebagai rumah watak Kalimantan Utara mulai dari arsitektur, gambar, sejarah, dan fungsinya. Saat ini keberadaan rumah Baloy sudah jarang kita temukan. Salah satu tempat yang masih memungkinkan kita untuk menelusuri seluk beluk rumah watak satu ini yaitu di kota Tarakan, tepatnya 1 kilometer dari Bandara Djuwata Kalimantan Utara. Jika ada kesempatan, cobalah untuk mengunjunginya. Salam! [Artikel Selanjutnya : Rumah Adat Sulawesi Barat]
Rumah Adat Kalimantan Utara
Nah, di kesempatan kali ini kami akan secara terang membahas ihwal bagaimana arsitektur rumah Baloy khas masyarakat suku Tidung Kalimantan Utara tersebut, beserta keunikan, ciri khas, dan fungsinya. Bagi Anda yang ingin lebih tahu ihwal rumah watak Kalimantan Utara yang satu ini, silakan simak pembahasan berikut!1. Struktur Bangunan Rumah
Suku Tidung di Kalimantan Utara bergotong-royong merupakan salah satu dari 420 sub suku Dayak yang ada di Kalimantan. Akan tetapi, sehabis budaya dan anutan Islam masuk ke budaya suku ini, sebutan bagi suku Tidung yang awalnya yaitu suku Dayak Tidung perlahan diganti dengan nama suku Tidung saja.Karena suku Tidung yaitu salah satu sub suku Dayak, desain rumah Baloy yang menjadi rumah watak suku Tidung juga ibarat dengan rumah watak Lamin dari Kalimantan Timur. Beberapa hebat bahkan menyebutkan bahwa rumah Baloy merupakan rumah dengan hasil pengembangan arsitektur rumah watak Lamin.
Rumah Baloy merupakan rumah berdesain panggung dengan materi keseluruhan terbuat dari kayu ulin. Kayu ulin yaitu kayu khas Kalimantan yang populer sangat besar lengan berkuasa struktur seratnya. Tidak ibarat kayu jenis lain yang akan melapuk jikalau terkena air, kayu ulin justru akan semakin besar lengan berkuasa dan semakin keras bila terpapar oleh air dalam waktu yang lama.
Sesuai dengan lingkungan tempat dibuatnya, yakni yang biasanya terletak di tepi pantai, rumah watak Baloy biasanya dilengkapi dengan ukiran-ukiran khas yang menggambarkan kearifan lokal tempat pesisir. Selain itu, rumah ini juga diatur sedemikian rupa agar bangunannya menghadap ke arah utara dengan pintu utama menghadap ke selatan. [Baca juga : 5 Rumah Adat Kalimantan]
2. Fungsi Rumah Adat
Rumah Baloy bergotong-royong tidak difungsikan sebagai rumah tinggal. Rumah watak Kalimantan Utara ini semenjak dahulu lebih berfungsi sebagai balai watak atau tempat tinggal bagi kepala adat. Fungsi tersebut sanggup kita lihat dari bagaimana penataan ruang bab dalam rumah (disebut Ambir) yang lebih mengutamakan fungsi-fungsi sosial, di antaranya :- Ambir Kiri atau Alad Kait, yaitu ruangan untuk mendapatkan seseorang atau masyarakat yang akan mengadukan masalah atau problem adat.
- Ambir Tengah atau Lamin Bantong, yaitu tempat bagi pemuka watak bersidang dalam memutuskan masalah adat.
- Ambir Kanan atau Ulad Kemagot, yaitu tempat istirahat atau ruang untuk berdamai sehabis masalah watak final diputuskan.
- Lamin Dalom, yaitu singgasana bagi Kepala Adat Besar Dayak Tidung.
Selain tersusun atas beberapa bab ruangan dalam, rumah Baloy juga dilengkapi dengan beberapa bangunan luar yang mempunyai fungsi sosial. Di bab belakang rumah misalnya, terdapat sebuah bak besar yang ditengahnya terdapat bangunan berjulukan Lubung Kilong. Bangunan ini dipakai sebagai panggung pagelaran kesenian tempat suku Tidung, ibarat Tarian Jepen. Lubung Kilong ini dilengkapi pula dengan bangunan untuk tempat para penonton menyaksikan pertunjukan yang disebut Lubung Intamu. Selain dipakai sebagai tempat menonton pertunjukan, bangunan ini juga berfungsi sebagi tempat pertemuan masyarakat watak yang lebih besar, contohnya dalam program peresmian pemangku watak atau musyawarah adat.
3. Ciri Khas dan Nilai Filosofi
Ditinjau dari sisi arsitektur dan dari sisi budaya, rumah watak Baloy sebagai Rumah watak Kalimantan Utara disebut mempunyai beberapa ciri khas dan keunikan tersendiri. Keunikan-keunikan tersebut selain sanggup dipakai sebagai ciri penanda juga mempunyai bermacam-macam nilai filosofis yang menggambarkan contoh kehidupan masyarakat suku Tidung. Ciri khas dan keunikan tersebut antara lain:- Rumah baloy dilengkapi dengan bermacam-macam tabrakan terutama di bab risplang dan atap. Ukiran biasanya terkait dengan kehidupan maritim yang menggambarkan bahwa masyarakat Tidung yaitu masyarakat nelayan dan pelaut.
- Rumah baloy terbagi menjadi beberapa ruangan yang fungsinya selalu terkait dengan kehidupan sosial kemasyarakatan. Hal ini menerangkan bahwa suku Tidung yaitu masyarakat yang cinta tenang dan mau bermusyawarah untuk menuntaskan semua masalah.
Nah, itulah pemaparan singkat yang sanggup kami sampaikan mengenai Rumah Baloy sebagai rumah watak Kalimantan Utara mulai dari arsitektur, gambar, sejarah, dan fungsinya. Saat ini keberadaan rumah Baloy sudah jarang kita temukan. Salah satu tempat yang masih memungkinkan kita untuk menelusuri seluk beluk rumah watak satu ini yaitu di kota Tarakan, tepatnya 1 kilometer dari Bandara Djuwata Kalimantan Utara. Jika ada kesempatan, cobalah untuk mengunjunginya. Salam! [Artikel Selanjutnya : Rumah Adat Sulawesi Barat]
Komentar
Posting Komentar