35 Alat Musik Tradisional Indonesia, Nama, Gambar, Dan Asal Daerahnya
Indonesia yakni negara yang sangat kaya akan peninggalan budaya. Sejarah panjang dari bermacam-macam suku bangsa yang hidup di nusantara melahirkan keunikan-keunikan tersendiri hasil dari karsa, karya, dan ciptanya masing-masing. Keunikan-keunikan budaya tersebut contohnya sanggup kita temukan dari beragamnya alat musik tradisional yang dimiliki setiap suku bangsa sebagai bukti eratnya masyarakat Indonesia dengan seni musik. Berikut, di artikel ini kita akan membahas alat musik tradisional Indonesia tersebut secara lengkap mulai dari nama, gambar, dan asal kawasan atau provinsinya.
Serune atau serunai khas Aceh ini termasuk dalam jenis alat musik aerophon yang berarti dimainkan dengan cara ditiup. Adanya lubang-lubang nada di penggalan tangkainya berfungsi sebagai pengatur tinggi nada yang menjadi bunyinya.
Selengkapnya wacana Alat Musik Tradisional Aceh.
Aramba yakni homogen gong kecil yang sering dimainkan dalam upacara budbahasa Batak. Ia termasuk dalam jenis alat musik ideophon yang berarti dimainkan dengan cara dipukul.
Selengkapnya wacana Alat Musik Tradisional Sumatera Utara.
Gambus sejatinya berasal dari budaya Timur Tengah yang dibawa oleh para pedangang Gujarat pada masa penyebaran Islam di Indonesia. Kendati demikian, alat musik ini justru lebih terkenal dalam budaya masyarakat Melayu Riau dibandingkan dengan budaya masyarakat Gujarat, India yang memperkenalkannya. Gambus termasuk jenis alat musik Kordophon sebab dimainkan dengan cara dipetik.
Selengkapnya wacana Alat Musik Tradisional Riau.
Gendang ini yakni gendang khusus yang hanya dimainkan dalam peringatan hari wafatnya Cucu Rosululloh (Hasan Husein). Nilai-nilai spiritualis Islam terkandung berpengaruh dalam alat musik yang tergolong jenis Membranophon ini.
Selengkapnya wacana Alat Musik Tradisional Sumatera Barat.
Membahas wacana ikon budaya seni musik, provinsi Jambi sendiri mempunyai alat musik tradisional yang berjulukan akordeon atau kordeon. Instrumen ini dimainkan dengan cara dipompa dan ditekan.
Selengkapnya wacana Alat Musik Tradisional Jambi.
Adapun terkait dengan ikon alat musik tradisionalnya, Pemerintah Daerah Kep. Riau memperkenalkan Gendang Panjang dan Marwas ke kancah nasional. Kedua instrumen ini termasuk jenis alat musik membranophon sebab mempunyai membran yang menjadi sumber bunyinya.
Selengkapnya wacana Alat Musik Tradisional Kep. Riau.
Rebana khas Bangka Belitung ada yang dilengkapi dengan logam gemerincing dibagian tepi kerangkanya, tapi ada juga yang polos. Selain rebana, Bangka Belitung juga mengenal beberapa alat musik lain khas Melayu lainnya, menyerupai Gambus, Gendang, dan Rebab.
Selengkapnya wacana Alat Musik Tradisional Bangka Belitung.
Burdah OKU yakni homogen rebana yang semenjak usang ada dalam kebudayaan masyarakat orisinil Ogan Komering Ulu. Burdah ini umumnya dimainkan untuk mengiringi lagu-lagu Barjanji yang dibacakan dalam pengajian di kampung-kampung.
Selengkapnya wacana Alat Musik Tradisional Sumatera Selatan.
Doll mempunyai fungsi yang sama dengan gendang Tabuik khas Sumatera Barat, yaitu sebagai alat musik wajib dalam ritual peringatan meninggalnya cucu Rosululloh.
Selengkapnya wacana Alat Musik Tradisional Bengkulu.
Di antara keempat instrumen tersebut, Bende menjadi yang paling terkenal dan bahkan diabadikan dalam logo resmi Provinsi Lampung. Bende yakni gong kecil yang dulunya dipakai sebagai media komunikasi warga.
Selengkapnya wacana Alat Musik Tradisional Lampung.
Alat Musik Tradisional Indonesia
1. Alat Musik Tradisional Aceh
Yang pertama mari kita mulai dari provinsi yang berjuluk Serambi Mekah, Aceh. Suku Aceh mempunyai bermacam-macam alat musik tradisional, hanya saja yang menjadi ikon budayanya yakni alat musik yang berjulukan Serune Kalee.Serune atau serunai khas Aceh ini termasuk dalam jenis alat musik aerophon yang berarti dimainkan dengan cara ditiup. Adanya lubang-lubang nada di penggalan tangkainya berfungsi sebagai pengatur tinggi nada yang menjadi bunyinya.
Selengkapnya wacana Alat Musik Tradisional Aceh.
2. Alat Musik Tradisional Sumatera Utara
Suku Batak yang menjadi suku secara umum dikuasai di Sumatera Utara sudah dikenal usang sebagai suku yang sangat berpengaruh memegang erat budaya nenek moyangnya. Dalam seni musik, suku Batak mempunyai bermacam-macam jenis alat musik tradisional dengan Aramba sebagai ikon budayanya.Aramba yakni homogen gong kecil yang sering dimainkan dalam upacara budbahasa Batak. Ia termasuk dalam jenis alat musik ideophon yang berarti dimainkan dengan cara dipukul.
Selengkapnya wacana Alat Musik Tradisional Sumatera Utara.
3. Alat Musik Tradisional Riau
Adat Melayu sangat kental terasa dalam kehidupan masyarakat Riau pada umumnya. Terkait dengan seni bermusik, provinsi Riau mempunyai ikon khusus yaitu alat musik yang berjulukan Gambus.Gambus sejatinya berasal dari budaya Timur Tengah yang dibawa oleh para pedangang Gujarat pada masa penyebaran Islam di Indonesia. Kendati demikian, alat musik ini justru lebih terkenal dalam budaya masyarakat Melayu Riau dibandingkan dengan budaya masyarakat Gujarat, India yang memperkenalkannya. Gambus termasuk jenis alat musik Kordophon sebab dimainkan dengan cara dipetik.
Selengkapnya wacana Alat Musik Tradisional Riau.
4. Alat Musik Tradisional Sumatera Barat
Suku Minang di Sumatera Barat mengenal bermacam-macam alat musik tradisional. Namun, yang paling unik di antaranya yakni Gendang Tabuik.Gendang ini yakni gendang khusus yang hanya dimainkan dalam peringatan hari wafatnya Cucu Rosululloh (Hasan Husein). Nilai-nilai spiritualis Islam terkandung berpengaruh dalam alat musik yang tergolong jenis Membranophon ini.
Selengkapnya wacana Alat Musik Tradisional Sumatera Barat.
5. Alat Musik Tradisional Jambi
Budaya masyarakat Jambi bersama-sama tidak banyak berbeda dengan budaya masyarakat Riau. Masyarakat kedua provinsi ini memang mempunyai keterkaitan erat dengan budaya Melayu semenjak masa silam.Membahas wacana ikon budaya seni musik, provinsi Jambi sendiri mempunyai alat musik tradisional yang berjulukan akordeon atau kordeon. Instrumen ini dimainkan dengan cara dipompa dan ditekan.
Selengkapnya wacana Alat Musik Tradisional Jambi.
6. Alat Musik Tradisional Kepulauan Riau
Budaya masyarakat Kepulauan Riau tidak jauh berbeda dengan masyarakat Riau Daratan (Provinsi Riau). Keduanya sama-sama sarat dengan budaya Melayu yang kental.Adapun terkait dengan ikon alat musik tradisionalnya, Pemerintah Daerah Kep. Riau memperkenalkan Gendang Panjang dan Marwas ke kancah nasional. Kedua instrumen ini termasuk jenis alat musik membranophon sebab mempunyai membran yang menjadi sumber bunyinya.
Selengkapnya wacana Alat Musik Tradisional Kep. Riau.
7. Alat Musik Tradisional Bangka Belitung
Seperti yang sanggup kita lihat dalam film “Laskar Pelangi”, masyarakat Melayu Bangka Belitung memang telah usang dekat dengan Rebana sebagai alat musik tradisionalnya.Rebana khas Bangka Belitung ada yang dilengkapi dengan logam gemerincing dibagian tepi kerangkanya, tapi ada juga yang polos. Selain rebana, Bangka Belitung juga mengenal beberapa alat musik lain khas Melayu lainnya, menyerupai Gambus, Gendang, dan Rebab.
Selengkapnya wacana Alat Musik Tradisional Bangka Belitung.
8. Alat Musik Tradisional Sumatera Selatan
Sebagai ikon alat musik tradisionalnya, Sumatera Selatan mengangkat Burdah OKU ke kancah nasional.Burdah OKU yakni homogen rebana yang semenjak usang ada dalam kebudayaan masyarakat orisinil Ogan Komering Ulu. Burdah ini umumnya dimainkan untuk mengiringi lagu-lagu Barjanji yang dibacakan dalam pengajian di kampung-kampung.
Selengkapnya wacana Alat Musik Tradisional Sumatera Selatan.
9. Alat Musik Tradisional Bengkulu
Masyarakat Provinsi Bengkulu mempunyai ikon alat musik tradisional yang berjulukan Doll. Doll yakni sebuah gendang kecil dengan rangka cembung yang termasuk jenis alat musik membranophon.Doll mempunyai fungsi yang sama dengan gendang Tabuik khas Sumatera Barat, yaitu sebagai alat musik wajib dalam ritual peringatan meninggalnya cucu Rosululloh.
Selengkapnya wacana Alat Musik Tradisional Bengkulu.
10. Alat Musik Tradisional Lampung
Masyarakat budbahasa Lampung mempunyai beberapa alat musik tradisional. Hanya saja, yang dikenal sebagai alat musik yang murni berasal dari budaya nenek moyang hanya ada 4 buah, yaitu Bende, Serdam, Kompang, dan Cetik atau Gamolan Pekhing.Di antara keempat instrumen tersebut, Bende menjadi yang paling terkenal dan bahkan diabadikan dalam logo resmi Provinsi Lampung. Bende yakni gong kecil yang dulunya dipakai sebagai media komunikasi warga.
Selengkapnya wacana Alat Musik Tradisional Lampung.
Komentar
Posting Komentar