Rumah Sopan Santun Sumatera Barat (Rumah Gadang), Gambar, Dan Penjelasannya
Rumah Adat Sumatera Barat / Sumatera Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang letaknya di tengah Pulau Sumatera dengan menjadikan Padang sebagai ibu kotanya. Sesuai namanya, Sumatera Barat memang terletak di sepanjang pesisir Barat Pulau Sumatera. Kepulauan Mentawai dan pulau lain di Samudera Hindia bahkan masih masuk dalam wilayahnya. Provinsi ini dihuni oleh masyarakat suku Minangkabau selaku suku orisinil dan sekaligus suku mayoritasnya. Suku Minangkabau sendiri –atau biasa disebut Orang Minang, merupakan sub suku Melayu yang mempunyai budaya dan karakteristik yang unik. Selain berakal berniaga, pandai memasak, dan gemar merantau, orang Minang juga punya sebuah ikon budaya yang sangat dikenal di seluruh dunia. Ikon budaya tersebut ialah rumah Gadang, yang sekarang telah secara resmi dan ditetapkan menjadi rumah sopan santun dari Provinsi Sumatera Barat.
Meski terbuat dari hampir 100% materi alam, arsitektur rumah gadang tetaplah mempunyai desain yang kuat. Rumah ini mempunyai desain tahan gempa sesuai dengan kondisi geografis Sumatera Barat yang memang terletak di kawasan rawan gempa. Desain tahan gempa pada rumah gadang salah satunya ditemukan pada tiangnya yang tidak menancap ke tanah. Tiang rumah sopan santun Sumatera barat ini justru menumpang atau bertumpu pada batu-batu datar di atas tanah. Dengan desain ini, getaran tidak akan menjadikan rumah rubuh dikala terjadi gempa berskala besar sekalipun.
Selain itu, setiap pertemuan antara tiang dan kaso besar pada rumah sopan santun ini tidak disatukan memakai paku, melainkan memakai pasak yang terbuat dari kayu. Dengan sistem sambungan ini, rumah gadang akan sanggup bergerak secara fleksibel meski diguncang dengan getaran gempa yang kuat.

Selain itu, terdapat beberapa nilai filosofis lainnya dari bangunan rumah sopan santun Minang ini yang sanggup menjadi ciri khas yang membedakannya dengan rumah sopan santun lain di nusantara. Ciri khas rumah Gadang tersebut antara lain:
Bentuk puncak atapnya selalu runcing dan tampak mirip tanduk kerbau mengandung arti kemenangan. Bentuk tanduk kerbau sendiri sering dikaitkan dengan dongeng Tambo Alam Minangkabau, sebuah dongeng kemenangan laga kerbau orang Minang dengan raja Jawa. Atap rumah minang tersebut biasanya terbuat dari materi ijuk berkualitas yang tahan bahkan hingga puluhan tahun lamanya.
Rumah gadang ialah rumah panggung, oleh akhirnya untuk masuk ke dalamnya kita harus menaiki anak tangga yang biasanya terletak di bab depan rumah. Tangga pada rumah gadang hanya terdapat satu buah saja, ini merupakan simbol bahwa masyarakat Minang ialah masyarakat yang religius.
Dinding rumah gadang umumnya dihiasi dengan bermacam-macam motif gesekan yang diberi warna kuning, merah, dan hitam. Motif gesekan tersebut biasanya ialah motif-motif tanaman dan fauna, mirip motif tanaman merambat, akar berdaun, dan lain sebagainya. Motif-motif tersebut melambangkan bahwa masyarakat Minang ialah masyarakat yang bersahabat dengan alam.
Nah, demikianlah pemaparan sekilas kami ihwal rumah sopan santun Sumatera Barat beserta gambar, sejarah, filosofi, dan penjelasannya. Semoga sanggup menjadi tumpuan bagi kita untuk semakin mengenal budaya masyarakat suku Minang. Jika artikel klarifikasi rumah Gadang ini dirasa bermanfaat, silakan share. Jangan lupa pula untuk membaca artikel kami ihwal rumah sopan santun Kepulauan Riau di pembahasan selanjutnya. Salam!
Rumah Adat Sumatera Barat
Nah, di kesempatan artikel kali ini, kami akan mengulas secara lengkap ihwal rumah sopan santun Sumatera Barat tersebut, mulai dari sejarah, gaya arsitektur, gambar, struktur, dan nilai-nilai filosofis yang terdapat di dalamnya. Bagi Anda yang ingin tahu bagaimana uniknya rumah Gadang khas Minang ini, silakan simak pembahasan berikut!1. Struktur Bangunan Rumah
Rumah Gadang ialah rumah sopan santun suku Minangkabau yang juga mempunyai sebutan lain mirip rumah Godang, rumah Bagonjong, dan rumah Baanjuang. Rumah sopan santun ini merupakan rumah model panggung yang berukuran besar dengan bentuk persegi panjang. Sama mirip rumah sopan santun Indonesia lainnya, rumah gadang juga dibentuk dari material yang berasal dari alam. Tiang penyangga, dinding, dan lantai terbuat dari papan kayu dan bambu, sementara atapnya yang berbentuk mirip tanduk kerbau terbuat dari ijuk.Meski terbuat dari hampir 100% materi alam, arsitektur rumah gadang tetaplah mempunyai desain yang kuat. Rumah ini mempunyai desain tahan gempa sesuai dengan kondisi geografis Sumatera Barat yang memang terletak di kawasan rawan gempa. Desain tahan gempa pada rumah gadang salah satunya ditemukan pada tiangnya yang tidak menancap ke tanah. Tiang rumah sopan santun Sumatera barat ini justru menumpang atau bertumpu pada batu-batu datar di atas tanah. Dengan desain ini, getaran tidak akan menjadikan rumah rubuh dikala terjadi gempa berskala besar sekalipun.
Selain itu, setiap pertemuan antara tiang dan kaso besar pada rumah sopan santun ini tidak disatukan memakai paku, melainkan memakai pasak yang terbuat dari kayu. Dengan sistem sambungan ini, rumah gadang akan sanggup bergerak secara fleksibel meski diguncang dengan getaran gempa yang kuat.
2. Fungsi Rumah Adat
Selain menjadi ikon budaya masyarakat suku Minang, rumah Gadang pada masa silam juga berfungsi sebagai tempat tinggal bersama bagi suatu keluarga Minang. Untuk memenuhi fungsi tersebut, rumah sopan santun Sumatera Barat ini didesain sedemikian rupa sesuai dengan aturan-aturan sopan santun yang telah berlaku semenjak lama. Aturan tersebut contohnya terdapat pada pembagian ruangan menurut kegunaannya, sebagaimana berikut:- Seluruh bab di dalam Rumah Gadang ialah ruangan lepas, kecuali kamar tidur.
- Jumlah kamar dalam rumah Gadang bergantung kepada jumlah perempuan atau perempuan yang tinggal di dalamnya.
- Setiap perempuan dalam keluarga yang sudah bersuami mendapat satu kamar.
- Perempuan bau tanah dan perempuan yang masih bawah umur mendapat satu kamar bersahabat dapur.
- Gadis remaja mendapat kamar bersama di ujung bersahabat dapur.
- Di halaman depan rumah terdapat 2 buah Rangkiang. Rangkiang ialah bangunan yang dipakai untuk menyimpan padi dan materi pangan lainnya.
- Pada sayap kiri dan kanan bangunan terdapat ruang anjung (Bahasa Minang: anjuang) yang dipakai sebagai tempat pengantin bersanding atau tempat penobatan kepala adat.
- Tidak jauh dari kompleks Rumah Gadang biasanya terdapat sebuah surau kaum yang berfungsi sebagai tempat ibadah, tempat pendidikan, dan juga sekaligus menjadi tempat tinggal lelaki remaja yang belum menikah dari keluarga tersebut.
3. Ciri Khas dan Nilai Filosofis
Rumah Gadang biasanya dibangun di atas sebidang tanah milik keluarga induk dan hanya dimiliki dan diwariskan secara turun temurun dari dan kepada kaum perempuan saja. Aturan ini mempunyai nilai filosofi bahwa derajat kaum perempuan dalam budaya suku Minang sangatlah dijunjung tinggi.Selain itu, terdapat beberapa nilai filosofis lainnya dari bangunan rumah sopan santun Minang ini yang sanggup menjadi ciri khas yang membedakannya dengan rumah sopan santun lain di nusantara. Ciri khas rumah Gadang tersebut antara lain:
Bentuk puncak atapnya selalu runcing dan tampak mirip tanduk kerbau mengandung arti kemenangan. Bentuk tanduk kerbau sendiri sering dikaitkan dengan dongeng Tambo Alam Minangkabau, sebuah dongeng kemenangan laga kerbau orang Minang dengan raja Jawa. Atap rumah minang tersebut biasanya terbuat dari materi ijuk berkualitas yang tahan bahkan hingga puluhan tahun lamanya.
Rumah gadang ialah rumah panggung, oleh akhirnya untuk masuk ke dalamnya kita harus menaiki anak tangga yang biasanya terletak di bab depan rumah. Tangga pada rumah gadang hanya terdapat satu buah saja, ini merupakan simbol bahwa masyarakat Minang ialah masyarakat yang religius.
Dinding rumah gadang umumnya dihiasi dengan bermacam-macam motif gesekan yang diberi warna kuning, merah, dan hitam. Motif gesekan tersebut biasanya ialah motif-motif tanaman dan fauna, mirip motif tanaman merambat, akar berdaun, dan lain sebagainya. Motif-motif tersebut melambangkan bahwa masyarakat Minang ialah masyarakat yang bersahabat dengan alam.
Nah, demikianlah pemaparan sekilas kami ihwal rumah sopan santun Sumatera Barat beserta gambar, sejarah, filosofi, dan penjelasannya. Semoga sanggup menjadi tumpuan bagi kita untuk semakin mengenal budaya masyarakat suku Minang. Jika artikel klarifikasi rumah Gadang ini dirasa bermanfaat, silakan share. Jangan lupa pula untuk membaca artikel kami ihwal rumah sopan santun Kepulauan Riau di pembahasan selanjutnya. Salam!
Komentar
Posting Komentar