Rumah Moral Papua Barat (Mod Aki Aksa), Gambar, Dan Penjelasannya
Rumah Adat Papua Barat / Papua Barat ialah provinsi hasil pemekaran wilayah provinsi Papua yang gres terbentuk pada 4 Oktober 1999 silam. Provinsi ini selain dianggap mempunyai destinasi wisata kelas dunia dengan Kepulauan Raja Ampat-nya, juga dikenal mempunyai masyarakat dengan budaya yang unik. Masyarakat Papua Barat yang terdiri dari banyak suku bangsa punya ciri khas tersendiri dalam bertahan hidup dan melestarikan budaya yang diwariskan nenek moyangnya. Salah satu hal yang menjadi ciri khas tersebut terdapat pada keunikan desain rumah adatnya yang berjulukan rumah Mod Aki Aksa. Seperti apa keunikan dari rumah moral Papua Barat ini? Berikut penjelasannya untuk Anda!
Salah satu yang menjadi keunikan tersendiri dari rumah moral ini terletak pada desain tiangnya. Rumah Mod Aki Aksa dibangun di atas jajaran tiang-tiang kayu berukuran kecil yang sangat banyak sebab rata-rata dibentuk dari kayu berdiameter 10 cm dengan jarak antar tiang hanya 30 cm. Saking banyaknya tiang, rumah inipun kerap disebut Rumah Berkaki Seribu atau Rumah Seribu Tiang. Nama Mod Aki Aksa bahu-membahu juga berasal dari sebutan ini.
Sebagian tiang pada rumah adat Papua Barat ini menyangga rangka lantai dan sebagian lainnya yang sisi rumah menyangga rangka atap. Rangka lantai sendiri dibentuk dari anyam rotan yang lalu ditimpa papan kayu. Papan kayu disusun sejajar sebagai lantai utama dan dipakai untuk pijakan ketika penghuni melakukan acara di dalam rumah. Papan kayu juga dipakai untuk material dinding potongan dalam. Papan untuk dinding tidak dipaku, melainkan hanya diikat memakai serut rotan di kedua sisinya. Terkadang, papan kayu untuk dinding juga sanggup digantikan fungsinya oleh kulit kayu yang disusun vertikal.
Untuk atap, material yang sering dipakai ialah anyam daun alang-alang kering. Kendati begitu, belakangan material atap seng juga kerap ditemukan. Atap rumah moral Papua Barat ini mempunyai desain unik. Di potongan depan terlihat lengkung, sementara di potongan belakang tampak menyerupai pelana kuda. Meski hanya terbuat dari daun alang-alang, atap rumah moral ini cukup infinit dan gres diganti sesudah beberapa tahun saja.
Nah, demikianlah sekilas ulasan yang sanggup kami sampaikan ihwal desain rumah moral Papua Barat yang berjulukan Rumah Mod Aki Aksa. Selain dipakai sebagai ikon rumah moral Provinsi Papua Barat, desain rumah tersebut nyatanya juga diakui sebagai desain rumah moral provinsi Kep. Teluk Cendrawasih. Akan tetapi, namanya berganti. Bukan lagi Mod Aki Kasa melainkan rumah Lgkojei. Baca Juga : Rumah Adat Papua
Rumah Adat Papua Barat
Rumah moral Mod Aki Aksa merupakan rumah tinggal bagi masyarakat suku Arfak pada masa silam yang mendiami tempat sekitar pegunungan Arfak di kabupaten Manokwari, hingga tempat sekitar teluk Bintuni. Rumah moral Papua Barat berstruktur panggung ini hingga kini masih tetap dipakai sebagai rumah tinggal sebab dianggap lebih gampang dibentuk sekaligus desainnya sangat cocok untuk bertahan di lingkungan pegunungan Papua Barat yang bersuhu dingin.1. Struktur Bangunan Rumah Adat
Mod Aki Aksa disebut gampang dibentuk sebab dalam proses pembangunannya hanya dibutuhkan materi material yang berasal dari alam. Tiang, dinding, lantai, dan atap dari rumah ini memang tak sedikit pun memakai besi atau semen yang harus dibeli di toko. Semua material murni sanggup diambil dari alam sekitar tempat tinggal penduduknya.Salah satu yang menjadi keunikan tersendiri dari rumah moral ini terletak pada desain tiangnya. Rumah Mod Aki Aksa dibangun di atas jajaran tiang-tiang kayu berukuran kecil yang sangat banyak sebab rata-rata dibentuk dari kayu berdiameter 10 cm dengan jarak antar tiang hanya 30 cm. Saking banyaknya tiang, rumah inipun kerap disebut Rumah Berkaki Seribu atau Rumah Seribu Tiang. Nama Mod Aki Aksa bahu-membahu juga berasal dari sebutan ini.
Sebagian tiang pada rumah adat Papua Barat ini menyangga rangka lantai dan sebagian lainnya yang sisi rumah menyangga rangka atap. Rangka lantai sendiri dibentuk dari anyam rotan yang lalu ditimpa papan kayu. Papan kayu disusun sejajar sebagai lantai utama dan dipakai untuk pijakan ketika penghuni melakukan acara di dalam rumah. Papan kayu juga dipakai untuk material dinding potongan dalam. Papan untuk dinding tidak dipaku, melainkan hanya diikat memakai serut rotan di kedua sisinya. Terkadang, papan kayu untuk dinding juga sanggup digantikan fungsinya oleh kulit kayu yang disusun vertikal.
Untuk atap, material yang sering dipakai ialah anyam daun alang-alang kering. Kendati begitu, belakangan material atap seng juga kerap ditemukan. Atap rumah moral Papua Barat ini mempunyai desain unik. Di potongan depan terlihat lengkung, sementara di potongan belakang tampak menyerupai pelana kuda. Meski hanya terbuat dari daun alang-alang, atap rumah moral ini cukup infinit dan gres diganti sesudah beberapa tahun saja.
2. Ciri Khas dan Keunikan Rumah
Secara keseluruhan, rumah moral Mod Aki Aksa mempunyai tinggi sekitar 4-5 meter dan ukuran luas lantai 8 x 6 meter. Dalam ukuran rumah sedemikian kecil, terdapat beberapa keunikan lain yang terdapat di rumah ini.- Pertama rumah ini tidak mempunyai satu jendela pun di dindingnya. Ini dimaksudkan untuk menjaga suhu dalam rumah supaya tetap hangat ketika malam hari.
- Kedua, rumah ini hanya mempunyai 2 pintu di potongan depan dan belakang rumah sedangkan potongan dalamnya berupa 1 ruangan plong berukuran besar tanpa dinding pemisah. Setiap kegiatan penghuninya dilakukan dalam ruangan besar ini bersama-sama, entah itu untuk makan, tidur, beristirahat, atau bercengkrama bersama keluarga ketika malam hari.
- Di potongan depan dan belakang rumah terdapat tangga yang terbuat dari rangka kayu yang diikat memakai rotan. Khusus untuk potongan belakang, tangga hanya dipasang pada saat-saat tertentu saja.
- Pada tingkat masyarakat moral tertentu (biasanya kepala suku) potongan tiang rumah diukur sebagain dengan ukiran-ukiran berupa patung. Ukiran tersebut dianggap sanggup menjaga rumah dan pemiliknya dari segala bahaya.
Nah, demikianlah sekilas ulasan yang sanggup kami sampaikan ihwal desain rumah moral Papua Barat yang berjulukan Rumah Mod Aki Aksa. Selain dipakai sebagai ikon rumah moral Provinsi Papua Barat, desain rumah tersebut nyatanya juga diakui sebagai desain rumah moral provinsi Kep. Teluk Cendrawasih. Akan tetapi, namanya berganti. Bukan lagi Mod Aki Kasa melainkan rumah Lgkojei. Baca Juga : Rumah Adat Papua
Komentar
Posting Komentar