34 Pakaian Moral Indonesia : Gambar, Nama, Tabel, Dan Penjelasannya - Bab 3
Artikel ini ialah bagian ketiga dari artikel 34 Pakaian Adat Indonesia : Gambar, Nama, Tabel, dan Penjelasannya. Di artikel ini akan dibahas secara khusus pakaian etika dari Provinsi yang ada di Pulau Kalimantan.
Pakaian etika suku Dayak Kalimantan Barat berjulukan King Bibinge dan King Baba. King Bibinge ialah pakaian wanita, sedangkan King Baba ialah pakaian yang dipakai oleh pria. Kedua pakaian tersebut dibentuk dari kulit kayu. Sementara aksesorisnya menyerupai kalung, manik-manik, atau epilog kepalanya dibentuk dari bulu burung, biji-bijian, dan materi alam lainnya.
Gambar di samping ialah gambar pasangan yang memakai pakaian King Bibinge dan King Baba. Untuk mengetahui lebih detail perihal pakaian tersebut beserta jenis pakaian etika Kalimantan barat dari suku Melayu, silakan menuju link ini.
Baju sangkarut merupakan baju model rompi yang terbuat dari serat kulit kayu. Baju ini dicat sedemikian rupa dengan pewarna alami dan dihiasi dengan pernik uang logam, kancing, serta kulit trenggiling. Baju ini dikenakan bersama cawat sebagai bawahan, dan senjata tradisional khas Dayak menyerupai mandau, perisai, dan tombak.
Lebih lengkap mengenai keunikan baju ini sebagai salah satu pakaian etika Kalimantan Tengah, silakan Anda kunjungi link ini.
Gambar di samping ialah gambar sepasang pengatin yang mengenakan baju Pangantin Babaju Kubaya Panjang. Selengkapnya mengenai pakaian tersebut dan pakaian etika Kalimantan Selatan Lainnya, silakan menuju link ini.
Suku dayak mengenakan pakaian berjulukan Ta’a dan Sapei Sapaq sementara suku Kutai mengenakan pakaian berjulukan baju kustim. Gambar di samping ialah gambar sepasang laki-laki dan perempuan Kutai yang tengah memakai pakaian etika Kustim.
Antara pakaian Ta’a dan Sapei Sapaq maupun baju kustim, keduanya mempunyai beberapa perbedaan. Perbedaan-perbedaan tersebut sanggup Anda ketahui dengan membaca artikel di link ini.
Hal ini dicirikan dengan pakaian etika Kalimantan Utara yang persis sama dengan baju Sapei Sapaq dan Baju Ta’a khas Kalimantan Timur. Kendati demikian, baju Sapei Sapaq dan Taa dari Kalimantan Utara punya beberapa perbedaan. Nah gambar di samping ialah gambar seseorang mengenakan baju Sapei Sapaq dan Baju Ta’a. Untuk detail bagian-bagiannya sanggup diketahui dengan Anda membaca artikel di link ini.
Pakaian Adat Indonesia
Untuk diketahui, dikala ini Pulau Kalimantan secara administratif telah terbagi menjadi 5 provinsi. Kelima provinsi tersebut yaitu Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, Provinsi Kalimantan Timur, Provinsi Kalimantan Selatan, dan yang terbaru Provinsi Kalimantan Barat.17. Pakaian Adat Kalimantan Barat
Masyarakat Kalimantan Barat secara umum didominasi suku Dayak dan suku Melayu. Dalam hal berbusana, keduanya mempunyai beberapa perbedaan.Pakaian etika suku Dayak Kalimantan Barat berjulukan King Bibinge dan King Baba. King Bibinge ialah pakaian wanita, sedangkan King Baba ialah pakaian yang dipakai oleh pria. Kedua pakaian tersebut dibentuk dari kulit kayu. Sementara aksesorisnya menyerupai kalung, manik-manik, atau epilog kepalanya dibentuk dari bulu burung, biji-bijian, dan materi alam lainnya.
Gambar di samping ialah gambar pasangan yang memakai pakaian King Bibinge dan King Baba. Untuk mengetahui lebih detail perihal pakaian tersebut beserta jenis pakaian etika Kalimantan barat dari suku Melayu, silakan menuju link ini.
18. Pakaian Adat Kalimantan Tengah
Masyarakat Kalimantan Tengah dominan penduduknya ialah masyarakat suku Dayak Ngaju. Dalam hal berpakaian, sub suku Dayak ini mempunyai sebuah busana khas yang berjulukan baju sangkarut.Baju sangkarut merupakan baju model rompi yang terbuat dari serat kulit kayu. Baju ini dicat sedemikian rupa dengan pewarna alami dan dihiasi dengan pernik uang logam, kancing, serta kulit trenggiling. Baju ini dikenakan bersama cawat sebagai bawahan, dan senjata tradisional khas Dayak menyerupai mandau, perisai, dan tombak.
Lebih lengkap mengenai keunikan baju ini sebagai salah satu pakaian etika Kalimantan Tengah, silakan Anda kunjungi link ini.
19. Pakaian Adat Kalimantan Selatan
Masyarakat Kalimantan Selatan dominan penduduknya dihuni oleh suku Banjar. Suku Banjar sendiri mempunyai 4 jenis baju adat, yaitu Pengantin Babaju Kun Galung Pacinan, Pengantin Baamar Galung Pancar Matahari, Pengantin Bagajah Gamuling Baular Lulut, dan Pangantin Babaju Kubaya Panjang.Gambar di samping ialah gambar sepasang pengatin yang mengenakan baju Pangantin Babaju Kubaya Panjang. Selengkapnya mengenai pakaian tersebut dan pakaian etika Kalimantan Selatan Lainnya, silakan menuju link ini.
20. Pakaian Adat Kalimantan Timur
Masyarakat Kalimantan Timur tersusun atas 2 entitas besar yaitu suku Dayak dan Suku Kutai. Kedua suku ini mempunyai pakaian etika yang berbeda.Suku dayak mengenakan pakaian berjulukan Ta’a dan Sapei Sapaq sementara suku Kutai mengenakan pakaian berjulukan baju kustim. Gambar di samping ialah gambar sepasang laki-laki dan perempuan Kutai yang tengah memakai pakaian etika Kustim.
Antara pakaian Ta’a dan Sapei Sapaq maupun baju kustim, keduanya mempunyai beberapa perbedaan. Perbedaan-perbedaan tersebut sanggup Anda ketahui dengan membaca artikel di link ini.
21. Pakaian Adat Kalimantan Utara
Provinsi Kalimantan Utara ialah hasil pemekaran provinsi Kalimantan Timur yang sekaligus menjadi provinsi paling muda di Indonesia. Oleh alasannya itu, budaya masyarakat provinsi ini tak jauh berbeda dengan budaya Kalimantan Timur, mengingat suku Dayak juga menjadi dominan suku penduduknya.Hal ini dicirikan dengan pakaian etika Kalimantan Utara yang persis sama dengan baju Sapei Sapaq dan Baju Ta’a khas Kalimantan Timur. Kendati demikian, baju Sapei Sapaq dan Taa dari Kalimantan Utara punya beberapa perbedaan. Nah gambar di samping ialah gambar seseorang mengenakan baju Sapei Sapaq dan Baju Ta’a. Untuk detail bagian-bagiannya sanggup diketahui dengan Anda membaca artikel di link ini.
Komentar
Posting Komentar